Selasa, 29 November 2011

Makanan Haram


KEMANA PERGINYA SI BABI
Berkat kemajuan kemajuan teknologi, kehidupan manusia makin mudah. Misalnya, Teknologi pangan terapan mampu menciptakan berbagai bahan pangan yang praktis, mudah, dan enak dengan berbagai variasinya. Namun, untuk mendapatkannya, kadang-kadang diperlukan bahan penolong yang memiliki sifat khusus. Untuk membuat tekstur gel, misalnya, diperlukan bahan tambahan berupa gelatin.
Gelatin adalah salah satu bentuk protein yang mampu memberikan tekstur kenyal. Sifat ini banyak dibutuhkan dalam pembuatan berbagai bahan makanan, seperti kembang gula, agar-agar, permen karet, dan makanan berbentuk gel lainnya. Sayangnya, bahan baku pembuatan gelatin yang paling baik sampai saat ini adalah limbah babi potong, apatah tulang atau kulitnya.

Karena teknologi pembuatan gelatin pertama kali muncul di Barat, maka bahan baku babi tidak jadi soal. Bahkan secara ekonomis, bahan babi memberikan banyak keuntungan, karena murah, mudah didapat dan suplainya kontinyu. Masalahnya menjadi lain, ketika bahan-bahan tersebut mulai merasukinya negeri-negeri Muslim seperti Indonesia. Masyarakat Islam tidak akan membiarkan babi tersebut mencampuri makanan mereka. Namun karena bahan ini sudah diolah sedemikian rupa, mengakibatkan orang Islam sendiri kurang menyadari bahwa yang dikunyah tiap hari adalah bahan yang mungkin diharamkan keyakinannya.

Hampir seluruh bagian dalam tubuh babi merupakan pilihan terbaik sebagai bahan tambahan (food additive). Berikut kemungkinan penggunaan babi:
Lemak Babi
Bagian babi yang cukup banyak dimanfaatkan adalah lemak (lard dan pork tallow). Sejak zaman dulu, orang-orang Yahudi telah memanfaatkan lemak babi untuk mengecat perahu, menghaluskan kulit dan untuk penerangan lampu.
Sebagaimana diungkapkan shahabat Jabir r.a., bahwa Rasul pernah berkata: "Allah mengharamkan penjualan (dan pembelian) arak, bangkai, dan babi". Seorang shahabat bertanya: "Ya Rasulullah, bagaimana dengan lemak babi? Ia dapat digunakan untuk mengecat perahu, menghaluskan kulit dan digunakan pula untuk penerangan (lampu)". Beliau menjawab: "Allah melaknat orang-orang Yahudi. Allah mengharamkan mereka makan lemak babi, tetapi mereka mengumpulkannya lalu menjualnya dan makan harganya". (Diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, dan Ashabussunan).
Lemak yang dimanfaatkan dalam pembuatan kue dan cake yang panggang, dikenal sebagai shortening. Shortening adalah lemak padat yang mempunyai sifat plastis dan kestabilan tertentu, dan umumnya berwarna putih hingga sering disebut mentega putih. Fungsinya, untuk memperbaiki cita rasa, struktur, tesktur, keempukan dan meperbesar volume kue/roti. Penggunaan shortening hampir tidak dapat dipisahkan dari proses pengolahan pangan modern.

Pencampuran oleo stearin, lard dan minyak biji kapas yang telah mengalami hidrogenasi, akan membentuk suatu shortening campuran (compound shortening). Pencampuran ini akan menghasilkan shortening dengan konsistensi tertentu, bersifat plastis pada suhu yang lebar, dan tahan lama. Nah, di pasaran, shortening yang mengandung lemak nabati 70-90% dengan campuran lemak hewani, menamakan diri vegetable shortening. Soalnya hewan apakah itu.

Menurut Consumers' Association of Penang, lemak hewan tidak hanya digunakan dalam pembuatan kue, tetapi ada juga yang menambahkannya dalam pembuatan susu bubuk. Selain itu, lemak hewan juga merupakan bahan yang diperlukan dalam pembuatan sabun. Bahan yang dapat berasal dari turunan lemak hewani yang banyak digunakan adalah mono digliserida dan gliserin.

Mono digliserida dapat digunakan sebagai bahan pengemulsi (emulsifier). Sedangkan gliserin banyak ditemukan pada produk-produk kosmetika seperti pasta gigi, sabun, hair conditioner, hand lotion, shaving cream, rouge, pelembab, lipstik, bedak cair, pewarna rambut dan penyegar kulit.

Saat ini, sudah banyak dikembangkan pembuatan margarin dari lemak nabati, misalnya dari kelapa sawit. Namun secara ekonomis lemak babi masih merupakan alternatif, karena cukup murah dan mudah diproduksi.
Kulit Babi
Secara sederhana, kulit babi dapat dibuat kerupuk kulit bermutu tinggi. Di daerah jagal babi Kapuk, Jakarta, sudah menjadi rahasia umum akan banyaknya kerupuk yang berbahan kulit babi. Dalam bentuk kering, kerupuk kulit susah dideteksi dari binatang apa. Yang jelas, kerupuk kulit babi berwarna lebih putih dan cerah. Selain itu, biaya produksinya murah karena kulit babi tak diperhitungkan (limbah).
Selain itu, kulit babi bisa dimetamarfosis menjadi sepatu, tas, dan produk-produk kulit lain. Kulit babi mengandung protein yang didominasi oleh protein kolagen. Kolagen dapat dimurnikan menjadi bahan yang memiliki tekstur kenyal yang sering disebut gelatin. Sebenarnya gelatin banyak diproduksi dari tulang, tetapi dari beberapa penelitian, kulit binatang pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku.
Tulang Babi
Sebagaimana kulit, tulang babi juga mengandung kolagen cukup tinggi, yang bisa dimanfaatkan untuk bahan gelatin. Menurut hasil penelitian, gabungan tulang babi dan sapi merupakan kombinasi terbaik untuk menghasilkan gelatin bermutu tinggi. Tulang binatang juga bisa diproses menjadi arang aktif dengan cara mengarangkan tulang tersebut. Dalam proses pengarangan, tulang diabukan, sehingga bahan organik terbakar habis. Karena kandungan mineral (terutama kalsium) cukup tinggi, bahan akan tersisa menjadi arang. Selanjutnya, dengan proses pembersihan menggunakan metode tertentu, dapat dihasilkan arang aktif.

Arang aktif banyak dibutuhkan dalam proses penyaringan dan penjernihan air, misalnya air minuman kemasan botol. Proses ini banyak dilakukan dalam pengolahan minuman, terutama untuk menghilangkan warna dan bau yang menyimpang. Meskipun tidak banyak, namun penggunaan tulang babi sebagai arang aktif masih dilakukan orang. Sementara itu, taring babi (hutan) bisa digunakan untuk gagang pisau dan produk-produk perleng-kapan pecinta alam lainnya. Jangan lupa, benda pecah-belah keramik anda bisa pula dibikin dari tulang babi.

Bulu Babi
Bulu babi yang kaku, banyak digunakan sebagai bahan pembuatan berbagai jenis sikat, seperti kuas untuk melukis, kuas untuk mengecat, dan bahkan dulu juga digunakan sebagai sikat gigi. Bulu sofa di ruang tamu anda, ada kemungkinan dari babi juga.

Enzim

Dalam pembuatan keju, diperlukan bahan penggumpal yang fungsinya memecah ikatan protein dan lemak, sehingga protein yang terpisah bisa mengendap membentuk dadih. Dadih ini dolah lebih lanjut menjadi keju yang banyak dikonsumsi masyrakat.
Dari segi bahan baku, keju tidak dicurigai sebagai barang haram. Karena sus yang paling baik dan banyak diproduksi adalah susu sapi, unta, dan susu domba. Bahan penggumpallah yang patut dicurigai. Dulu orang menggunakan enzim renin dari lambung anak sapi sebagai penggumpal. Namun lama-kelamaan dirasa kurang ekonomis, karena dapat menghambat pertumbuhan peter-nakan sapi sebagai penghasil daging dan susu yang nilai ekonomisnya lebih tinggi. Akhirnya para peneliti menemukan enzim yang mirip dengan kerja renin yang terdapat pada lambung babi. Secara komersial, bahan penggumpal biasanya berasal dari campuran enzim renin dari sapi dan dari babi dengan perbandingan tertentu. Nama dagangnya rennet.

Serum

Serum dan antiserum banyak dibutuhkan dalam dunia kedokteran untuk berbagai analisa, termasuk pengujian golongan darah. Bahan yang sering digunakan sebagai sumber serum adalah berasal dari babi, karena murah, mudah didapat dan memiliki kemiripan dengan serum manusia.

Usus

Dulu, usus babi merupakan salah satu alternatif bahan selongsong sosis. Saat ini sudah banyak dibuat artificial casing. Salah satu bahan pembuatnya adalah kolagen, yang apa boleh buat, mungkin saja berasal dari babi.
Dalam kesempatan ini ingin memberikan informasi penting kepada netter yang menyukai pizza, hamburger (berbagai jenis), sandwich, dan taco. Apa yang ingin saya informasikan ini berkenaan dengan larangan makan daging babi bagi ummat Islam. Dan, apa yang saya sampaikan ini berdasarkan pengalaman saya menyiapkan makanan itu di kantin campus...Univeristy of Maine, di Orono, Maine, USA sejak saya bekerja hingga hari ini.

1. PIZZA
Pizza ada beberapa jenis yang diantaranya ada mengandung bahan dari daging babi.
Pizza yang jelas mengandung bahan dari babi adalah pizza yang di dalamnya ada PEPPERONI. Salah satu bahan pembuat pepperoni adalah bacon (nama lain daging babi). Bacon kadang juga disebut dengan nama Swine atau Pork. Jadi, kalau anda memesan Pizza dan ada pepperoninya, berarti anda memakan daging babi.
Bagaimana dengan pizza yang lain? Misalnya vegetarian pizza (hanya vegetables) atau roast beef pizza? Di dalam pizza itu memang tidak ada daging babinya. Tapi................ di dalam pizza itu mungkin akan terkontaminasi secara langsung dengan bahan dari babi karena dua hal berikut:

a. Kontaminasi saat menyiapkan pizza.
Orang yang menyiapkan pizza sebelum masuk oven memang pakai sarung tangan steril, tapi tangan itu juga dipakai memegang semua bahan yang dipakai untuk bikin pizza. Artinya, setelah memegang pepperoni [terkontaminasi babi], pembuat pizza tidak mengganti sarung tangannya.

b. Kontaminasi saat memotong pizza.
Setelah pizza keluar dari oven, pizza dipotong-potong dengan sebuah alat pemotong khusus. Alat ini tidak diganti atau dicuci duu setelah dipakai memotong pizza yang ada pepperoninya. Dus, pizza lain yg tidak pakai pepperoni pun terkontaminasi dengan bahan dari daging babi. Saya yakin betul akan hal ini karena saya tahu bagaimana menyiapkan dan memotong pizza.



2. HAMBURGER
Nama umumnya yang benar adalah Burger. Bila bahan dari Ham (cow=sapi) namanya menjadi Hamburger. Hamburger kadang juga disebut dengan quarter pounder. Sebutan ini ada krn ukuran (berat) hamburger itu 1/4 pound.
Bila bahan terbuat dari ayam namanya chiken burger. Kadang juga disebut chiken sandwich. Berdasarkan cara masaknya, chiken burger dibedakan menjadi dua: digoreng atau fry chiken yang sering disebut dengan chiken sandwich; atau di grille (dipanaskan diatas pan panas tanpa minyak) yang disebut chiken mesquite.
Jenis burger yang lain adalah garden burger, yaitu burger yang terbuat dari vegetables tanpa daging. Jenis terakhir adalah fish burger (burger dari ikan) yang juga sering disebut fish sandwich.

Kalau anda pesen Bacon cheese burger...itu berarti di atas hamburger ada cheese dan seiris bacon yang di-grille. Tempat memasak atau alat memasak burger ini standard.. buatan pabrik. Jadi cara menyiapkan burger-burger itu pun akan sama.
Fish burger dan chiken sandwich (fry chiken) dimasak(digoreng) di tempat yang sama...dan terpisah dari hamburger... mesquite... dan garden burger....Hamburger...mesquite di-grille ditempat yang sama. Di tempat itu juga bacon dalam bentuk irisan tipis itu di-grille. Jadi, chiken mesquite dan hamburger ini dimasak pada "wajan" yang sama dengan bacon.

Jadi, kalau anda makan bacon sheese burger....itu otomatis anda makan daging babi.
Kalau anda makan chicken mosquite atau hamburger saja...anda makan daging yang di-grille (digoreng tanpa minyak) di tempat yang sama dengan tempat menggoreng bacon (daging babi).

3. SANDWICH/SUB
Bacon ini biasanya dimasak dalam jumah banyak karena juga disianpkan untuk Deli...loket yang melayani sandwich ...sub... [bread yang dicampur daging...dan vegetables................]

Sebenarnya...daging untuk sub/sandwich ini sudah ada khusus, yaitu roasted beef [daging sapi panggang], roasted turkey [turkey panggang], atau ground chiken (daging ayam yang diblender lembut sekali. Namun demikian, beberapa customer minta dagingnya diganti dengan bacon. So, tangan yang melayani itu [meski pakai sarung tangan] sudah megang megang bacon kemudian memegang makanan yang anda pesan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar