Minggu, 04 Desember 2011

Hadis Hasan

Hadis Hasan

1.                   Pada awalnya, hadis diklasifikasikan kepada dua kategori ; shahih dan dha’if. Ulama hadis yang pertama kali mengklasifikasikan hadis kepada tiga kategori ; shahih, hasan dan dha'if adalah Imam at-Tirmidzi. Ia mengintrodusir hadis hasan. Iapun banyak menyebutkan penilaian hasan kepada hadis-hadis dan kitabnya Sunan at-Tirmidzi.

2.                  Definisi hadis hasan :
Hadis yang sanadnya bersambung dan diriwayatkan oleh rawi yang adil tetapi kurang kuat kedhabitannya tanpa adanya syudzudz dan 'illah

Perbedaannya dengan hadis shahih hanya pada kedhabitahannya yang kurang dibandingkan dengan yang ada pada hadis shahih

3.    Klasifikasi hadis hasan
a. Hasan li dzatihi ; adalah hadis yang statusnya sebagai hadis hasan karena faktor internal yang terpenuhi syarat-syaratnya. Definisinya adalah sebagaimana diatas. Misalnya hadis tentang anjuran bersiwak sebelum melakukan shalat.

b. Hadis hasan li ghairihi ; adalah hadis yang statusnya sebagai hadis hasan karena faktor eksternal yang tidak terpenuhi syarat-syaratnya.
Asal hadis hasan adalah hadis dha'if. Ia naik menjadi hadis hasan karena faktor eksternal.
Dua syarat yang harus terpenuhi agar dapat naik menjadi hadis hasan li ghairihi :
a.              Tidak terlalu dha’if ; seperti rawinya tidak mughaffal (banyak salah), tidak tertuduh dusta, tidak fasiq
b.             Diperkuat oleh hadis lain

4.            Eskalasi hadis hasan
Hadis hasan li dzatihi dapat naik menjadi hadis shahih li ghairihi apabila diperkuat dengan hadis lain yang selevel.

5.            Kehujjahan hadis hasan
Para ulama menilai hadis hasan dapat diamalkan dan dijadikan hujjah. Hanya saja jika terjadi kontradiksi dengan hadis shahih maka hadis shahih yang didahulukan.

6.           Hadis hasan shahih
Istilah hadis ’hasan shahih’ banyak dikemukakan oleh at-Tirmidzi dalam kitab Sunan-nya. Beberapa interpretasi terhadap istilah tersebut adalah :
a.               Hadis tersebut memiliki dua isnad ; shahih dan hasan
b.              Hadis tersebut diperselisihkan statusnya ; sebagian menilainya sebagai hadis shahih dan sebagian lain menilainya sebagai hadis hasan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar