Senin, 05 Desember 2011

Akhlak Ziarah Ke Rasul Saw


Adab Ziarah Rasululah saw.

Merendahkan suara di hadapan Rasulullah saw. merupakan adab kita kepada beliau dan menaati firman Allah Taala,

يا أيها الذين آمنوا لا ترفعوا أصواتكم فوق صوت النبي ولا تجهروا له بالقول كجهر بعضكم لبعض أن تحبط أعمالكم وأنتم لا تشعرون، إن الذين يغضون أصواتهم عند رسول الله أولئك الذين امتحن الله قلوبهم للتقوى لهم مغفرة وأجر عظيم
 
Artinya, " Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu meninggikan suaramu lebih dari suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari. (49/2). Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar. "

Ayat ini mengancam orang yang meninggikan suaranya di depan Rasulullah saw. yaitu Allah akan menghapus pahala
 
Ayat ini turun berkenaan dengan Tsabit bin Qais ra. Dia adalah sahabat yang paling keras suaranya. Karena takutnya kepada ancaman Allah, ia duduk di rumah menangis dan berkata, "Saya adalah sahabat yang paling tinggi suaranya di depan Rasulullah saw. saya tidak menduga ayat ini turun melainkan berkenaan denganku." Ketika Rasulullah saw. merasa kehilangan dia, beliau mengutus orang untuk mencari di rumah keluarganya. Mereka berkata, "Ini dia, di dalam rumahnya, air matanya masih berlinang sejak beberapa hari." Ketika mereka menemuinya, ia berkata bahwa tidaklah ayat ini turun kecuali berkenaan dengannya. Kemudian ia dibawa menjumpai Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. menenangkannya dan memberi kabar gembira kepadanya dengan surga.
Diriwayatkan bahwa Abu Bakar Siddiq ra. berkata, "Tidaklah patut meninggikan suara, baik ketika Rasulullah saw. masih hidup atau sudah wafat."
 
Aisyah ketika mendengar suara yang memekakkan telinga atau suara paku yang dipalu di rumah tetangga, ia datang ke rumah tersebut dan berkata, "Janganlah kalian menyakiti Rasulullah saw."
Umar bin Khatab ra. melihat dua orang lelaki sedang ribut di dalam Mesjid Nabi. Kemudian dia mengisyaratkan untuk datang menemuinya dan bertanya, "Dari mana kalian berdua؟" Kedua orang itu menjawab, "Dari Taif." Umar ra. berkata, "Kalau seandainya kalian penduduk Madinah, maka aku akan pukul kalian dengan keras. Sesungguhnya mesjid kami ini, tidak ada suara yang tinggi di dalamnya."

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar