Minggu, 23 Agustus 2015

PANDUAN UMRAH TGL 20 JUNI 2015

TATA CARA UMRAH
SAHARA RUZKI HOLIDAYS TRAVEL
USTADZ H. MOHD IQBAL A.MUIN

PENDAHULUNYA

Umrah artinya ‘kunjungan’.
Definisinya secara syar`i, umrah adalah kunjungan ke Baitullah (Rumah Allah) di Makkah dalam keadaan berihram (memakai pakaian ihram serta tidak melakukan larangan ihram) dan melaksanakan tatacara (manasik) yang sudah ditentukan.
Oleh karena hampir seluruh rukun haji dilaksanakan (kecuali wuquf di Arafah), maka umrah disebut ‘haji kecil’.

PAKAIAN IHRAM
Pakaian ihram pria adalah dua helai kain tidak bersambung, masing-masing sebagai sarung (izar) dan selendang (rida’). Pakaian ihram wanita boleh busana apa saja (bebas), asalkan menutupi seluruh tubuh selain muka dan pergelangan tangan.
Selama berihram, diperbolehkan: mengganti pakaian ihram; mandi atau membasuh kepala; memakai jam tangan, sandal, sepatu sandal, cincin, gelang, kalung, kacamata, anting-anting, alat pendengar, ikat pinggang, dompet, telepon selular, atribut, dan tanda pengenal.

LARANGAN-LARANGAN IHRAM
(1) Hubungan badani suami-istri. Jika melakukan ini, dendanya menyembelih unta atau sapi, dan umrahnya BATAL.
(2) Membunuh hewan dengan sengaja. Jika melakukan ini, dendanya menyembelih domba.
(3) Menikah, menikahkan, atau melamar. Jika melakukan ini, tidak ada denda, tetapi pernikahan dan pelamaran itu tidak sah (harus diulangi setelah selesai berihram).
(4) Memotong atau mencabut tanaman.
(5) Memotong atau mencabut kuku, rambut dan bulu.
(6) Memakai wangi-wangian atau parfum di badan dan pakaian.
(7) Berkata kotor (rafats), menyakiti orang lain (fusuq), atau bertengkar (jidal).
(8) Khusus pria: memakai pakaian bersambung (baju, celana, pakaian dalam) atau sepatu yang menutupi tumit.
(9) Khusus pria: memakai penutup kepala yang menempel atau melekat.
(10) Khusus wanita: memakai sarung tangan atau menutupi muka.
Jika melakukan larangan ihram No.4 sampai No.10:
Kalau lupa atau tidak sengaja, tidak apa-apa. Cukup istighfar.
Kalau terpaksa dilakukan, keluarkan fidyah untuk enam fakir miskin.

PERSIAPAN UMRAH
Pada salah satu tempat di luar Tanah Haram (Madinah dan Dzulhulaifah, atau Bandara King Abdul Aziz, atau di pesawat udara), kita melakukan hal-hal berikut:
1. Mandi, membersihkan badan, dan memakai wangi-wangian.
2. Memakai pakaian ihram.
3. Shalat sunnah ihram dua rakaat.
4. Ketika kendaraan bergerak menuju Makkah, ucapkanlah: LABBAIK ALLAHUMMA `UMRAH. Dengan mengucapkan ini, kita memulai ibadah umrah. Janganlah melakukan larangan-larangan ihram sampai kita tahallul di Marwah!

MENUJU DAN MEMASUKI MAKKAH
1. Sejak memulai ibadah umrah sampai nanti masuk Masjid al-Haram, kita membaca talbiyah sesering mungkin, baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri.
2. Sesampai di Makkah, kita menuju pondokan atau hotel, mengurus barang, menyiapkan kamar, dan keperluan lainnya (mandi, makan, dsb). AWAS, KITA MASIH BERIHRAM.
3. Setelah cukup istirahat, kita menuju Masjid al-Haram. Sebaiknya kita sudah berwudu`, meskipun di Masjid al-Haram air berlimpah.
4. Usahakan masuk masjid lewat Babus-Salam. Jika jauh sehingga harus memutar atau situasi tidak memungkinkan, boleh lewat pintu mana saja.
5. Bacalah doa masuk masjid, serta doa ketika melihat Ka`bah. Jika tidak hafal atau terlupa, tidak apa-apa meskipun tidak membaca.
6. Kita segera menuju pelataran Ka`bah untuk melakukan thawaf.

T H A W A F
Thawaf adalah mengelilingi Ka`bah tujuh putaran, berlawanan arah dengan jarum jam (Ka`bah selalu di kiri kita), mulai dan berakhir di Hajar Aswad, dalam keadaan suci.

Hal-hal yang harus diperhatikan:
1. Hijir Ismail termasuk bagian Ka`bah yang harus ikut diputari.
2. Jika ragu mengenai jumlah putaran (misalnya apakah sudah 4 atau 5 putaran), selalu ambil yang terkecil (4).
3. Start dan finish setiap putaran harus pada Hajar Aswad.
4. Thawaf merupakan satu-satunya manasik haji atau umrah yang harus dilakukan dalam keadaan suci. Jika batal wudu`, segeralah wudu` lagi.
5. Jika misalnya batal wudu` pada putaran ke-4, maka sesudah wudu` ulangi putaran ke-4 dari Hajar Aswad. Tiga putaran terdahulu sah (tidak usah diulang).

Catatan: Ka`bah berukuran 12 x 10,5 x 15
Jari-jari lapangan thawaf dari 75 sampai 90 meter.

SUNNAH-SUNNAH THAWAF
(sedapat mungkin dikerjakan semua, tetapi jika ada yang tertinggal atau terlupa thawaf kita tetap sah).
(1) Memberi hormat (istilam) kepada Hajar Aswad di setiap awal putaran, dengan mengecup Hajar Aswad, atau mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan lalu dikecup, atau melambaikan tangan kanan ke arah Hajar Aswad lalu dikecup, sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar.
(2) Khusus pria: bahu kanan terbuka (idhthiba’).
(3) Khusus pria: berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama ketika thawaf yang pertama kali saja.
(4) Mengucapkan doa, pujian kepada Allah, dan shalawat bagi Nabi. Kita bebas membaca apa saja yang kita mampu, tidak usah terikat pada bacaan tertentu.
(5) Mengusap Rukun Yamani atau melambaikan tangan dari jauh tanpa dikecup, sambil mengucapkan Bismillah Wallahu Akbar.
(6) Membaca Rabbana Atina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah waqina `adzaban-nar antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad.
(7) Selesai tujuh putaran, shalat sunnah dua rakaat di sekitar Maqam Ibrahim, dengan ayat Al-Kafirun dan Al-Ikhlash.
(8) Berdoa di Multazam (daerah antara Hajar Aswad dan Pintu Ka`bah).
(9) Minum air zamzam.

S A `I
Sa`i adalah bolak-balik antara Shafa dan Marwah tujuh kali, mulai dari Shafa dan berakhir di Marwah. (Shafa-Marwah berjarak 420 meter)

SUNNAH-SUNNAH SA`I
(1) Ketika menuju Shafa, bacalah Innash-shafa wal-marwata min sya`a’irillah dst.
(2) Di Shafa, kita menghadap Ka`bah, bertakbir tiga kali, lalu berdoa.
(3) Selama melakukan sa`i kita berdoa, memuji Allah, bershalawat bagi Nabi. Bacaannya apa saja yang kita mampu.
(4) Khusus pria: berlari-lari kecil antara Masil dan Bait Aqil (antara dua tanda hijau).
(5) Di Marwah, kita menghadap Ka`bah, bertakbir tiga kali, lalu berdoa.

(Shafa ke Hijau 1 = 100 m; Hijau 1 ke 2 = 80 m; Hijau 2 ke Marwah = 240 m)

TAHALLUL DI MARWAH
Setelah selesai thawaf dan sa`i, kita melakukan tahallul (menghalalkan larangan ihram) dengan bercukur atau menggunting rambut minimum tiga helai, dan SELESAILAH UMRAH KITA. Kita tidak lagi terikat pada larangan ihram. Kita boleh berpakaian bebas dan melakukan kegiatan sehari-hari seperti biasa.

KEGIATAN DI MAKKAH
Selama di Makkah, kita mengisi waktu-waktu luang dengan memperbanyak ibadah, seperti sholat berjamaah dan thawaf sunnah di Masjid al-Haram, sholat sunnah di Hijir Isma’il, sholat tahajjud, membaca dan mengkaji Al-Qur’an.
Kunjungilah tempat-tempat bersejarah seperti Mina, Muzdalifah, Arafah, pemakaman Ma’la, Masjid Jin, Gua Hira’, Gua Tsur, dan sebagainya.
Jika masih banyak waktu, kita boleh melakukan umrah lagi dengan memulai ihram dari Tan`im atau Ji`ranah.

MENINGGALKAN MAKKAH
Akhirnya, ketika kita hendak meninggalkan Makkah, lakukanlah THAWAF WADA’ (thawaf perpisahan). Wanita haid dan melahirkan dibebaskan dari kewajiban thawaf wada’. Berdoalah kepada Allah agar kita diberi kesempatan untuk kembali ke Baitullah pada masa-masa mendatang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar